
TARGET.ID – Rumah pengusaha Thomas Azis Riska di Jalan Nusa Indah, Bandar Lampong, disatroni dua pria tak dikenal, Jumat (28/3/2025) tengah malam.
Satu di antaranya menganiaya sekuriti di rumah tersebut hingga tewas. Pelaku juga masuk ke dalam rumah dan menggedor-gedor pintu.
Tak berselang lama, aparat Polresta Bandar Lampung menangkap pria bernama Abu Bakar (24), satu di antara pelaku. Sedangkan satu lainnya masih buron.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, membenarkan penangkapan tersebut yang dilakukan pada Sabtu (29/3/2025) pukul 02.00 WIB.
Kapolresta mengatakan, dari rekaman CCTV dan pengakuan pelaku diketahui bahwa para pelaku datang dengan mengendarai motor dan memasuki rumah korban.
Saat itu, security bernama Aop Sopian (52) berusaha menghadang mereka, tetapi pelaku justru menyerangnya dengan membabi buta menggunakan senjata tajam.
Akibat serangan brutal itu, Aop mengalami luka parah di kepala, leher, dan tangan.
Aop sempat dilarikan ke RSUD Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung dan menjalani perawatan intensif di ICU, namun akhirnya meninggal dunia.
Sementara itu, Dafa, salah satu anggota keluarga Thomas Riska, juga mengalami luka-luka dan kini masih dalam perawatan.
Salah satu anggota keluarga korban mengungkapkan bahwa mereka mulai curiga saat melihat dua motor mengikuti mobil mereka sejak berhenti di lampu merah Chandra Rawa Laut.
“Kami pikir mereka hanya pengendara biasa yang kebetulan berhenti di lampu merah yang sama. Tapi, saat kami belok menuju rumah, mereka masih mengikuti. Sampai di rumah, kami langsung meminta penjaga rumah untuk menutup pagar,” ungkapnya.
Rekaman CCTV menunjukkan bahwa Aop sempat berbicara dengan pelaku sebelum akhirnya diserang secara brutal.
Aop sempat menanyakan siapa jati diri si palaku namun pelaku diam saja dan mendadak menyerang membabi buta penjaga rumah yang menahannya pakai golok.
Setelah menganiaya sekuriti, para pelaku mencoba masuk ke dalam rumah dan menggedor pintu kamar berkali-kali, namun gagal karena semua kamar dalam keadaan terkunci rapat. Akhirnya, mereka memutuskan untuk melarikan diri.
Thomas Azis Riska dikenal sebagai pengusaha pariwisata di Lampung, yang memiliki Pulau Tegal Mas, Puncak Mas, dan Bukit Mas.***