
TARGET.ID – Isu adanya setoran dari oknum TNI kepada anggota polisi di Polsek Negara Batin Way Kanan, makin memanas. Nia, istri AKP Lusiyanto, tegas membantah suaminya terima setoran.
Nia terang-terangan mengungkap bahwa suaminya, AKP Lusiyanto, pernah diberi amplop berisi uang Rp 1 juta oleh oknum TNI yang diduga menembaknya, Peltu Lubis.
Namun, kata Nia, sang suami tideak mau menerima amplop tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Lusiyanto bersama dua anak buahnya, Aipda (anumerta) Petrus, Briptu (anumerta) Ghalib, tewas ditembak saat melakukan penggerebekan judi sabung ayam di Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung, 17 Maret 2025.
Dua oknum TNI, yakni Peltu Lubis dan Kopka Basarsyah, diduga sebagai pelaku penembakan.
Pengakuan Salsabila Putri AKP Lusiyanto: Papa Gak Mau Kami Makan Duit Haram
Nia mengatakan, sang suami justru berupaya memberantas perjudian hingga membuatnya tidak disukai oleh pihak-pihak tertentu.
“Banyak yang tidak suka dia pemberantas judi, waktu itu oknum yang menembak itu mau kasih uang ke bapak,”
“Saya lihat sendiri dengan mata saya sendiri melihat amplopnya dikasih Rp 1 juta, dia gak mau,” kata Nia dilansir dari Youtube Metro TV, Sabtu (22/3/2025).
Nia mengaku Peltu Lubis, oknum TNI yang diduga melakukan penembakan pernah menyuruh seseorang untuk memberikan uang kepada suaminya agar sabung ayam berjalan lancar.
“Dia nyuruh orang kasih ke bapak agar sabung ayam itu berjalan, tapi bapak gak mau,” tuturnya.
Salsabila, putri tunggal AKP Anumerta Lusiyanto, Kapolsek Negara Batin yang gugur dalam penggerebekan sabung ayam di Way Kanan, Lampung, juga membuat pengakuan mengejutkan.
Lewat TikTok miliknya @.sabils, Salsabila mengungkapkan bahwa sang ayah bahkan rela menjadi sopir travel demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Salsabila juga mengatakan, ayahnya tidak mau memberi makan keluarganya dengan duit haram.
Minta Tambahan Setoran
Penembakan hingga tewas tiga polisi di Way Kanan Lampung, yang diduga dilakukan oleh dua oknum TNI yang bertugas di daerah tersebut, kini berkembang ke isu lain.
Di masyarakat sedang beredar kabar bahwa kasus penembakan tiga polisi tersebut tak semata karena operasi peggerebekan judi sabung ayam yang dikelola oknum TNI.
Namun, terkait dengan setoran yang diberikan pengelola judi kepada sejumlah oknum, termasuk polisi yang bertugas di Polsek Negara Batin,
Akun TikTok @satr1a6_ alias “Garopa Merah” mengunggah informasi mengenai dugaan setoran dalam jumlah besar yang diberikan pengelola judi sabung ayam kepada polisi.
Dalam unggahan disebutkan bahwa diduga oknum polisi meminta tambahan setoran.
Bahkan, mereka mengancam akan menggerebek lokasi sabung ayam. Namun permintaan itu tak bisa dipenuhi.
Sebelumnya diberitakan, tiga anggota Polri tewas ditembak saat melakukan penggerebekan judi sabung ayam di Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung, 17 Maret 2025.
Ketiga anggota polisi itu AKP (anumerta) Lusiyanto, Aipda (anumerta) Petrus, Briptu (anumerta) Ghalib.
Dua oknum TNI, yakni Peltu Lubis dan Kopka Basarsyah, diduga sebagai pelaku penembakan.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah informasi yang beredar di media sosial tersebut benar atau tidak.
“Saat ini tim investigasi Gabungan TNI/Polri masih bekerja melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap peristiwa sabung ayam dan penembakan terhadap 3 anggota Polri di Way Kanan,” kata Kristomei.
“Kita tunggu saja hasil investigasi secara menyeluruh,” tambah dia.
Sebelumnya, Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar, mengatakan bahwa ia mengikuti perkembangan isu tersebut melalui berbagai unggahan di media sosial.
Menurutnya, aktivitas yang terjadi di tempat sabung ayam tersebut bukan hanya soal perjudian, tetapi juga sudah menjadi ladang keuntungan yang dinikmati oleh banyak pihak.
“Sudah satu tahun, lho, bagi-bagi duit (dari judi sabung ayam). Ada duit dikasih, Polsek-Koramil, makan duit,” ucap Eko kepada wartawan di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (20/3/2025).
“(Kalau soal) pembagian, saya tidak tahu, tetapi ada yang menerima duit, dan ini beroperasi satu tahun,” tutur Eko.
Menurut Eko, informasi mengenai aliran uang tersebut diperoleh dari keterangan dua saksi yang saat ini tengah diperiksa oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom).
Kedua saksi tersebut adalah Peltu Lubis dan Kopka Basarsyah, pengelola arena sabung ayam itu.
“Judi ada profit, ada penerima duit. Saksi menjelaskan (soal setoran) ada. Kalau saksi ngomongnya gitu, ya ada duit, ada setoran,” kata Eko.
Komisi Kepolisian Nasional Indonesia (Kompolnas) mendorong agar masyarakat membuat laporan resmi jika memiliki bukti mengenai keterlibatan oknum polisi di arena judi sabung ayam yang menewaskan tiga polisi di Way Kanan, Lampung.
“Apa pun opini, informasi, dan sebagainya ya silakan untuk menempuh proses hukum, yang punya informasi itu. Silakan datang ke Polda untuk memberikan informasinya agar ini diproses,” ujar Komisioner Kompolnas Choirul Anam.
Anam mengatakan, laporan juga bisa disampaikan melalui Kompolnas untuk dibantu proses hukumnya. “Kalau tidak mau ke Kepolisian, ya juga lapor ke Kompolnas biar Kompolnas bisa meneruskan itu untuk memastikan bahwa informasinya itu ditindaklanjuti,” katanya.***