
TARGET.ID – Motif dari pria bernama Abu Bakar menyatroni rumah pengusaha Thomas Azis Riska, hingga menewaskan sekuriti dan melukai satu orang lainnya, masih simpang siur.
Ada yang menduga pelaku ingin melakukan perampokan namun gagal karena polisi keburu datang.
Pelaku diduga tertarik pada mobil yang dikendarai Dafa dan Raja, yang merupakan keluarga Thomas Riska, sehingga mengikutinya sejak di jalan.
Namun, ada juga yang mengatakan aksi tersebut dilakukan Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ. Abu Bakar diduga sedang gangguan kejiwaan dan aksinya dilakukan spontan.
Namun, jika melihat kronologi kejadian dan alat yang digunakan oleh Abu Bakar, maka dugaan ODGJ ini menjadi tanda tanya. Sebab, pelaku ternyata sudah membawa golok sejak awal.
Apalagi, menurut keterangan polisi, Abu Bakar tidak sendirian melakukan aksinya. Ada satu pelaku lagi yang masih dalam pengejaran polisi.
(Sejauh ini, keterangan bahwa pelaku sebanyak dua orang masih perlu diverifikasi).
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, mengatakan motif masih sedang didalami. Termasuk latar belakang Abu Bakar, juga masih dalam penyelidikan.
Kapolresta mengungkapkan, pelaku Abu Bakar ditangkap pada Sabtu (29/3/2025) pukul 02.00 WIB.
Dari rekaman CCTV dan pengakuan pelaku diketahui bahwa para pelaku datang dengan mengendarai motor dan memasuki rumah korban.
Saat itu, security bernama Aop Sopian (52) berusaha menghadang mereka, tetapi pelaku justru menyerangnya dengan membabi buta menggunakan senjata tajam.
Akibat serangan brutal itu, Aop mengalami luka parah di kepala, leher, dan tangan.
Aop sempat dilarikan ke RSUD Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung dan menjalani perawatan intensif di ICU, namun akhirnya meninggal dunia.
Sementara itu, salah satu anggota keluarga Thomas Riska juga mengalami luka-luka dan kini masih dalam perawatan.
Cerita Korban Luka
Bagaimana kronologi kejadian?
Ini penuturan dari korban yang mengalami luka, tentang kronologi insiden di rumah pengusaha Thomas Azis Riska.
Rumah Thomas Riska di Jalan Nusa Indah, Bandar Lampung, disatroni pria tak dikenal pada Jumat (28/3/2025) tengah malam.
Seorang sekuriti, Aop Sofiani, mengalami luka parah dan menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.
Satu korban lagi, Daffa, yang merupakan keluarga Thomas Riska, masih menjalani perawatan.
Daffa mengalami pada luka di bagian tangan kanan dibacok oleh pelaku.
Berikut ini kronologi kejadian berdasarkan penuturan dari Daffa, seperti yang ia sampaikan juga kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang menjenguknya di rumah sakit.
Daffa bersama Raja pada saat kejadian, yakni Jumat tengah malam, baru saja pulang mengantarkan keluarga dari Raja menggunakan mobil.
Dalam perjalanan, ada pengendara motor matic Beat yang mengikuti mobilnya. Awalnya mereka mengira pemotor itu mengikuti karena tertarik dan ingin melihat mobil yang ia kendarai.
Pengendara motor terus mengikuti hingga di lampu merah Chandra Super Market Rawa Laut. Di lampu merah mobil berhenti, pengendara motor juga berhenti di sebelah kiri.
Menurut Daffa, ketika itu si pengendara terus melihat-lihat mobil yang mereka kendarai. Jadi, Dafa berpikir, mungkin orang itu tertarik pada mobilnya.
Saat lampu hijau, mobil berjalan, ternyata si pengendara motor terus mengikuti.
Ketika mobil berbelok ke kiri ke arah Jalan Nusa Indah, pengendara itu masih terus mengikuti. Mobil berhenti, motor juga berhenti.
Merasa khawatir, Daffa langsung menuju ke rumah. Saat mobil masuk ke halaman parkir, si pengendara juga ikut.
Sebelum masuk, Daffa sempat meminta sekuriti untuk cepat menutup pagar. Sekuriti bernama Aop sempat mengadang pelaku, namun dibacok dengan brutal.
Pelaku kemudian masuk ke halaman. Daffa lalu turun dan bertanya, siapa mereka dan mau apa.
Pelaku tidak menjawab. Ia mengeluarkan isyarat menyuruh Daffa diam dengan menempelkan jari telunjuk di mulutnya. Kemudian tiba-tiba ia mengeluarkan parang dan langsung menyerang Daffa.
Dafa sempat menangkis serangan pelaku dengan tangan kanan hingga mengalami luka, lalu ia lari ke rumah dan masuk kamar.
Kemudian pelaku beberapa kali mendobrak kamar Daffa, sementara semua orang yang ada di rumah itu juga bersembunyi di kamar masing-masing.
“Dia ada kali 10 kali mendobrak kamar Daffa dan nyari korban seisi rumah itu, dia balik lagi nendang bolak balik,” ujarnya.
Menurut Daffa, pelaku tidak mengancam atau memaksakan sesuatu. Maunya langsung bacok saja. Namun, seisi rumah sudah masuk kamar dan menguncinya.
Polisi yang mendapat laporan langsung bergerak cepat. Pada Sabtu (29/3/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, pelaku ditangkap dan diidentifikasi bernama M Abu Bakar Alias Abu bin Nasrudin, warga Tanjungkarang Barat.***