
TARGET.ID – Pria bernama Abu Bakar yang pada Sabtu (29/3/2025) dini hari menyatroni rumah pengusaha Thomas Azis Riska ternyata masih muda.
Usianya sekitar 24 tahun. Hal itu terlihat dari foto dokumentasi dari pihak kepolisian.
Serangan brutal Abu Bakar ke rumah Thomas Azis Riska menyebabkan tewasnya sekuriti bernama Aop Sopian (52).
Satu anggota keluarga Thomas Riska bernama Daffa terluka di tangan sebelah kanan karena menangkis serangan golok dari pelaku.
Apa motif Abu Bakar melakukan penyerangan itu?
Jika dirunut ke belakang lagi, Abu Bakar mendatangi rumah Thomas Azis Riska tidak tiba-tiba. Tapi, ada kejadian sebelumnya.
Seperti dituturkan Daffa, korban luka yang tangannya dibacok oleh Abu Bakar, sebelum kejadian ia bersama putra Thomas Riska bernama Raja, keluar rumah mengantarkan seorang kerabat. Saat itu, Jumat tengah malam.
Dalam perjalanan pulang, ada pengendara motor matic Beat yang mengikuti mobilnya. Awalnya mereka mengira pemotor itu mengikuti karena tertarik dan ingin melihat mobil yang ia kendarai.
Mobil yang mereka kendarai saat itu memang tergolong langka di Bandar Lampung. Yakni, Ford Mustang.
Pengendara motor terus mengikuti hingga di lampu merah Chandra Super Market Rawa Laut. Di lampu merah mobil berhenti, pengendara motor juga berhenti di sebelah kiri.
Menurut Daffa, ketika itu si pengendara terus melihat-lihat mobil yang mereka kendarai. Jadi, Dafa berpikir, mungkin orang itu tertarik pada mobilnya.
Saat lampu hijau, mobil berjalan, ternyata si pengendara motor terus mengikuti.
Ketika mobil berbelok ke kiri ke arah Jalan Nusa Indah, pengendara itu masih terus mengikuti. Mobil berhenti, motor juga berhenti.
Merasa khawatir, Daffa langsung menuju ke rumah. Saat mobil masuk ke halaman parkir, si pengendara juga ikut.
Sebelum masuk, Daffa sempat meminta sekuriti untuk cepat menutup pagar. Sekuriti bernama Aop sempat mengadang pelaku, namun dibacok dengan brutal.
Pelaku kemudian masuk ke halaman. Daffa lalu turun dan bertanya, siapa dia dan mau apa.
Pelaku tidak menjawab. Ia mengeluarkan isyarat menyuruh Daffa diam dengan menempelkan jari telunjuk di mulutnya. Kemudian tiba-tiba ia mengeluarkan parang dan langsung menyerang Daffa.
Daffa sempat menangkis serangan pelaku dengan tangan kanan hingga mengalami luka, lalu ia lari ke rumah dan masuk kamar.
Kemudian pelaku beberapa kali mendobrak kamar Daffa, sementara semua orang yang ada di rumah itu juga bersembunyi di kamar masing-masing.
“Dia ada kali 10 kali mendobrak kamar Daffa dan nyari korban seisi rumah itu, dia balik lagi nendang bolak balik,” ujarnya.
Menurut Daffa, pelaku tidak mengancam atau memaksakan sesuatu. Maunya langsung bacok saja. Namun, seisi rumah sudah masuk kamar dan menguncinya.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, mengatakan motif masih sedang didalami. Termasuk latar belakang Abu Bakar, juga masih dalam penyelidikan.
Ada juga yang mengatakan, Abu Bakar adalah ODGJ atau Orang Dengan Gangguan Jiwa. Emosionalnya tidak stabil sehingga mudah tersinggung.
Kapolresta mengungkapkan, pelaku Abu Bakar ditangkap pada Sabtu (29/3/2025) pukul 02.00 WIB.
Dari rekaman CCTV dan pengakuan pelaku diketahui bahwa para pelaku datang dengan mengendarai motor dan memasuki rumah korban.
Saat itu, security bernama Aop Sopian (52) berusaha menghadang mereka, tetapi pelaku justru menyerangnya dengan membabi buta menggunakan senjata tajam.
Akibat serangan brutal itu, Aop mengalami luka parah di kepala, leher, dan tangan.
Aop sempat dilarikan ke RSUD Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung dan menjalani perawatan intensif di ICU, namun akhirnya meninggal dunia.
Sementara itu, salah satu anggota keluarga Thomas Riska juga mengalami luka-luka dan kini masih dalam perawatan.***