Home Headline News Heboh Rendang 200 Kg, Willie Salim Dapat Duit dari YouTube Rp 3,3...

Heboh Rendang 200 Kg, Willie Salim Dapat Duit dari YouTube Rp 3,3 Miliar Sebulan

Willie Salim kaget ketika r4endang 200 kg yang dimasak di wajan raksasa sudah ludes diambil warga padahal belum selesai dimasak.

TARGET.ID –Willie Salim bukan konten kreator kacangan. Akun YouTube-nya sudah mencapai 37 juta subscriber. Bahkan, akun TikTok-nya mencapai 68 juta subscriber.

Penghasilan Willie Salim dari kegiatan konten kreator diperkirakan mencapai Rp 3,3 miliar sebulan.

Belum lagi dari aktivitas endorsement dari berbagai produsen yang semakin menambah pundi-pundi keuangannya.

Namun, Willie Salim kini dalam posisi terjepit. Ia mulanya menggelar aksi masak rendang 200 kg di Benteng Kuto Besak, Palembang, Selasa 18 Maret 2025.

Ketika rendang masih sedang dimasak, Willie Salim meninggalkan arena selama beberapa saat.

Ketika kembali, ia kaget melihat wajan raksasa yang berisi 200 kg rendang sudah ludes.

Kini, ia dikecam ramai-ramai oleh banyak tokoh asal Palembang karena dinilai mempermalukan warga Palembang.

Akibat kejadian di Benteng Kuto Besak itu, banyak netizen yang memang menyoroti kelakuan sebagian warga Palembang yang mengambil rendang yang belum matang.

Tak hanya dikecam, Willie Salim juga dilaporkan ke polisi karena dituduh sengaja men-setting kegiatan tersebut.

Berapa Penghasilan Willie Salim

Sebagai konten kreator dengan 37 juta subscriber Youtube, berapa penghasilan Willie Salim?

Berdasar Social Blade, penghasilannya antara 45.000 dolar AS (Rp 742 juta) hingga 714.000 dolar AS (Rp 11,7 miliar).

Dengan 68 juta subscriber di Tik Tok, penghasilan Willie per video berkisar antara 6.790 dollar AS (Rp 111,9 juta) sampai 16.975 dollar AS (Rp 279,9 juta).

Dengan kondisi itu, diperkirakan dalam sebulan Willie Salim menghasilkan Rp 3,3 miliar.

Belum lagi penghasilan lain dari endorsement dari berbagai produk.

Willie Salim Minta Maaf

Setelah kejadian itu viral dan banyak netizen yang mengecam kelakuan warga Palembang, banyak pihak yang kemudian berbalik menyalahkan Willie Salim. Gara-gara Willie Salim, wartga Palembang dihujat.

Willie sudah membuat video klarifikasi dan meminta maaf atas kejadian hilangnya rendang yang berujung pada citra negatif warga Palembang.

“Ini bukan salah warga Palembang. Sepenuhnya salah saya, karena saya kurang persiapan,” kata Willie, dikutip dari akun Instagram @willie27_, Sabtu (22/3/2025).

Ia menyatakan bahwa kejadian itu bukan rekayasa.

Namun, Willie kini telah dilaporkan oleh Kantor Hukum Ryan Gumay Lawfirm ke Polda Sumatera Selatan (Sumsel) atas dugaan pelanggaran UU ITE.

Pengacara Muhammad Gustryan atau Ryan mengatakan laporan ini dilakukan sebagai bentuk efek jera bagi para kreator konten agar lebih mempertimbangkan dampak sosial dan konsekuensi hukum.

Presenter yang juga berasal dari Palembang, Helmy Yahya, akhirnya membuat video pernyataan setelah diminta banyak netizen untuk menanggapi.

Helmy mengingatkan bahwa kreativitas tidak harus menyakiti banyak orang.

“Jadilah konten kreator, kreativitas boleh segila apa pun. Tapi perhitungkan apa dampak dari konten tersebut,” ucap Helmy salah satunya.

“Tidak semua apa yang kita lakukan berdampak seperti yang kita mau, apalagi ada unsur settingan,” lanjut Helmy.

Helmy juga menegur bahwa yang dilakukan Willie itu kini mempermalukan sebagian orang Palembang.

Gubernur Sumsel Marah

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru pun mengaku marah besar karena konten yang dibuat Willie telah mempermalukan nama baik Palembang.

Herman Deru menduga bahwa Willie Salim sengaja membuat konten tersebut demi meraup keuntungan pribadi.

“Mako kemarin ada orang ambil konten itu , ai marah nian aku , yang rendang itu ye, memang di sengajoke supayo di rebut uwong , sudah itu kito dikatoinyo. (Kemarin ada orang yang membuat konten itu, saya sangat marah soal konten rendang itu, memang itu disengaja agar orang rebutan, setelah itu kita dihujatnya),” kata Herman Deru usai meresmikan rumah makan di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (23/3/2025) malam.

Menurut Herman Deru, kreator konten semestinya mengangkat nama baik suatu daerah saat berkunjung ke daerah tersebut, bukan malah menjatuhkan.

Terlebih lagi, kedatangan Willie Salim sebelumnya sempat disambut baik oleh warga Palembang.

“Saya tidak rela nama Palembang dirusak hanya karena konten daging sepanci. Terlalu terhormat orang Sumatera Selatan, khususnya Palembang hanya karena daging sepanci,” tegas Herman Deru.***