Home Headline News Cerita Keluarga tentang Insiden di Rumah Thomas Riska: Diikuti Sejak Lampu Merah

Cerita Keluarga tentang Insiden di Rumah Thomas Riska: Diikuti Sejak Lampu Merah

Gubernur Lampung, Rahmatb Mirzani Djausal (kiri), menjenguk Dafa, korban luka dalam aksi perampokan di kediaman pengusaha Thomas Azis Riska, Sabtu (29/3/2025).

TARGET.ID – Ini penuturan dari korban yang mengalami luka, tentang kronologi kejadian di rumah pengusaha Thomas Azis Riska.

Rumah Thomas Riska di Jalan Nusa Indah, Bandar Lampung, disatroni dua pria tak dikenal pada Jumat (28/3/2025) tengah malam.

Seorang sekuriti, Aop Sopian, mengalami luka parah dan menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

Satu korban lagi, Dafa, yang merupakan keluarga Thomas Riska, masih menjalani perawatan.

Dafa mengalami pada luka di bagian tangan kanan dibacok oleh pelaku.

Berikut ini kronologi kejadian berdasarkan penuturan dari Dafa, seperti yang ia sampaikan juga kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang menjenguknya di rumah sakit.

Dafa bersama Raja pada saat kejadian, yakni Jumat tengah malam, baru saja pulang mengantarkan keluarga dari Raja menggunakan mobil.

Dalam perjalanan, ada pengendara motor matic Beat yang mengikuti mobilnya. Awalnya mereka mengira pemotor itu mengikuti karena tertarik dan ingin melihat mobil yang ia kendarai.

Pengendara motor terus mengikuti hingga di lampu merah Chandra Super Market Rawa Laut. Di lampu merah mobil berhenti, pengendara motor juga berhenti di sebelah kiri.

Menurut Dafa, ketika itu si pengendara melihat-lihat mobil yang mereka kendarai. Jadi, Dafa berpikir, mungkin orang itu tertarik pada mobilnya.

Saat lampu hijau, mobil berjalan, ternyata si pengendara motor terus mengikuti.

Ketika mobil berbelok ke kiri ke arah Jalan Nusa Indah, pengendara itu masih terus mengikuti. Mobil berhenti, motor juga berhenti.

Merasa khawatir, Dafa langsung menuju ke rumah. Saat mobil masuk ke halaman parkir, si pengendara juga ikut.

Sebelum masuk, Dafa sempat meminta sekuriti untuk cepat menutup pagar. Sekuriti bernama Aop sempat mengadang pelaku, namun dibacok dengan brutal.

Pelaku kemudian masuk ke halaman. Dafa lalu turun dan bertanya, siapa mereka dan mau apa.

Pelaku tidak menjawab. Ia mengeluarkan isyarat menyuruh Dafa diam dengan menempelkan jari telunjuk di mulutnya. Kemudian tiba-tiba ia mengeluarkan parang dan langsung menyerang Dafa.

Dafa sempat menangkis serangan pelaku dengan tangan kanan hingga mengalami luka, lalu ia lari ke rumah dan masuk kamar.

Kemudian pelaku beberapa kali mendobrak kamar Dafa, sementara semua orang yang ada di rumah itu juga bersembunyi di kamar masing-masing.

“Dia ada kali 10 kali mendobrak kamar Dafa dan nyari korban seisi rumah itu, dia balik lagi nendang bolak balik,” ujarnya.

Menurut Dafa, pelaku tidak mengancam atau memaksakan sesuatu. Maunya langsung bacok saja. Namun, seisi rumah sudah masuk kamar dan menguncinya.

Pelaku yang tak berhasil melakukan aksinya, kemudian pergi.

Polisi yang mendapat laporan langsung bergerak cepat. Pada Sabtu (29/3/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, pelaku ditangkap dan diidentifikasi bernama M Abu Bakar Alias Abu bin Nasrudin, warga Tanjungkarang Barat.***